Langsung ke konten
ruangtim
Penggajian & Keuangan Karyawan

Cara Menghitung Upah Lembur Sesuai PP 35/2021, Lengkap dengan Contoh

Rumus resmi upah lembur, tabel pengali untuk hari kerja dan hari libur, syarat lembur yang sah, serta contoh rekap lembur sebulan yang mudah diikuti.

Tim RuangTim Terbit 6 menit baca
Karyawan pria bekerja sendirian di meja kantor yang gelap pada malam hari
Foto: Vitaly Gariev / Pexels
Daftar isi
  1. 1. Syarat Lembur yang Sah
  2. 2. Langkah Pertama: Hitung Upah Sejam
  3. 3. Cara Menghitung Upah Lembur di Hari Kerja Biasa
  4. 4. Lembur pada Hari Istirahat atau Hari Libur Resmi
  5. 5. Contoh Rekap Lembur Sebulan
  6. 6. Tips Mengelola Lembur agar Tidak Jadi Sengketa
  7. 7. Ringkasan
  8. 8. Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pesanan sedang ramai, lalu beberapa karyawan diminta pulang lebih malam. Di akhir bulan muncul pertanyaan klasik: berapa uang lembur yang harus dibayar? Ada usaha yang memberi uang lembur borongan, ada pula yang menyamakannya dengan gaji per jam. Keduanya berisiko tidak sesuai aturan.

Padahal, cara menghitung upah lembur sudah diatur jelas dalam PP 35/2021. Panduan ini membahas syarat lembur yang sah, rumus upah sejam, pengali untuk hari kerja dan hari libur, serta contoh hitungan yang bisa langsung Anda pakai.

Syarat Lembur yang Sah

Sebelum menghitung, pastikan lemburnya memenuhi syarat. PP 35/2021 mengatur beberapa hal penting:

  • Ada perintah dan persetujuan. Perintah lembur dari pengusaha dan persetujuan karyawan dibuat tertulis dan/atau lewat media digital.
  • Ada daftar pelaksanaan. Perusahaan mencatat nama karyawan yang lembur dan lama lemburnya.
  • Ada batas waktu. Lembur paling lama 4 jam sehari dan 18 jam seminggu. Batas ini tidak berlaku untuk lembur pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi.
  • Ada hak tambahan. Karyawan berhak istirahat secukupnya. Untuk lembur 4 jam atau lebih, perusahaan wajib memberi makanan dan minuman minimal 1.400 kilokalori, dan kewajiban ini tidak boleh diganti uang.

Ada satu pengecualian. Golongan jabatan tertentu, yaitu posisi pemikir, perencana, pelaksana, atau pengendali perusahaan yang jam kerjanya tidak dapat dibatasi dan menerima upah lebih tinggi, tidak berhak atas upah lembur. Syaratnya, golongan jabatan itu diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Jika tidak diatur, upah lembur tetap wajib dibayar.

Langkah Pertama: Hitung Upah Sejam

Rumus dasarnya adalah upah sejam = 1/173 × upah sebulan. Angka 173 setara dengan rata-rata jam kerja sebulan pada pola 40 jam seminggu (40 × 52 minggu ÷ 12 bulan ≈ 173).

Upah sebulan yang dipakai sebagai dasar:

  1. Upah pokok + tunjangan tetap dihitung 100%, bila komponen upah hanya terdiri dari keduanya. Hal yang sama berlaku untuk upah tanpa tunjangan.
  2. 75% dari keseluruhan upah, bila ada tunjangan tidak tetap dan jumlah upah pokok ditambah tunjangan tetap kurang dari 75% total upah.
  3. Upah sehari × 25 untuk karyawan harian dengan pola 6 hari kerja, atau × 21 untuk pola 5 hari kerja.

Jika ada tunjangan tidak tetap tetapi porsi upah pokok dan tunjangan tetap sudah 75% atau lebih, praktik yang lazim adalah memakai upah pokok ditambah tunjangan tetap sebagai dasar.

Contoh bila ada tunjangan tidak tetap

Misalkan upah pokok Rp2.000.000, tunjangan tetap Rp400.000, dan tunjangan tidak tetap Rp1.000.000, sehingga total upah Rp3.400.000. Upah pokok ditambah tunjangan tetap hanya Rp2.400.000, atau sekitar 70,6% dari total. Karena kurang dari 75%, dasar lemburnya menjadi 75% × Rp3.400.000 = Rp2.550.000. Upah sejamnya Rp2.550.000 ÷ 173 ≈ Rp14.740.

Cara Menghitung Upah Lembur di Hari Kerja Biasa

Untuk lembur setelah jam kerja pada hari kerja biasa, pengalinya:

  • jam lembur pertama dibayar 1,5 × upah sejam;
  • setiap jam lembur berikutnya dibayar 2 × upah sejam.

Contoh ilustrasi: Budi menerima upah pokok Rp3.800.000 dan tunjangan tetap Rp525.000, totalnya Rp4.325.000. Upah sejamnya Rp4.325.000 ÷ 173 = Rp25.000. Jika Budi lembur 3 jam:

  • jam ke-1: 1,5 × Rp25.000 = Rp37.500;
  • jam ke-2 dan ke-3: 2 jam × 2 × Rp25.000 = Rp100.000;
  • total upah lembur: Rp137.500.

Lembur pada Hari Istirahat atau Hari Libur Resmi

Pada hari istirahat mingguan dan hari libur resmi, pengalinya lebih besar. Besarnya bergantung pada pola kerja perusahaan Anda.

Pola kerja Dibayar 2 × upah sejam Dibayar 3 × upah sejam Dibayar 4 × upah sejam
6 hari kerja, 40 jam seminggu jam ke-1 s.d. ke-7 jam ke-8 jam ke-9 s.d. ke-11
6 hari kerja, libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek jam ke-1 s.d. ke-5 jam ke-6 jam ke-7 s.d. ke-9
5 hari kerja, 40 jam seminggu jam ke-1 s.d. ke-8 jam ke-9 jam ke-10 s.d. ke-12

Dua contoh dengan upah sejam Rp25.000:

  • Pola 5 hari kerja, lembur 10 jam pada hari Sabtu. Delapan jam pertama: 8 × 2 × Rp25.000 = Rp400.000. Jam ke-9: 3 × Rp25.000 = Rp75.000. Jam ke-10: 4 × Rp25.000 = Rp100.000. Totalnya Rp575.000.
  • Pola 6 hari kerja, lembur 8 jam pada hari Minggu. Tujuh jam pertama: 7 × 2 × Rp25.000 = Rp350.000. Jam ke-8: 3 × Rp25.000 = Rp75.000. Totalnya Rp425.000.

Contoh Rekap Lembur Sebulan

Masih memakai contoh Budi dengan pola 5 hari kerja. Dalam satu bulan, ia lembur pada beberapa hari berikut:

Hari Jenis hari Lama lembur Perhitungan Upah lembur
Selasa Hari kerja 2 jam (1,5 + 2) × Rp25.000 Rp87.500
Rabu Hari kerja 2 jam (1,5 + 2) × Rp25.000 Rp87.500
Kamis Hari kerja 3 jam (1,5 + 2 + 2) × Rp25.000 Rp137.500
Sabtu Hari istirahat 6 jam 6 × 2 × Rp25.000 Rp300.000
Total 13 jam Rp612.500

Total Rp612.500 ini ditambahkan ke gaji kotor bulan tersebut. Urutan lengkap dari gaji kotor ke gaji bersih ada di panduan cara menghitung gaji karyawan UMKM.

Tips Mengelola Lembur agar Tidak Jadi Sengketa

  • Minta persetujuan lembur sebelum lembur dimulai, bukan sesudahnya.
  • Ambil jam mulai dan jam selesai dari data absensi, bukan dari ingatan.
  • Pantau total jam lembur per minggu agar tidak melewati 18 jam.
  • Sediakan makan dan minum untuk lembur 4 jam atau lebih.
  • Tulis kebijakan lembur, termasuk golongan jabatan yang dikecualikan, di peraturan perusahaan. Batas jam kerja normal dibahas di artikel aturan jam kerja karyawan.
  • Susun jadwal shift karyawan yang realistis agar lembur tidak menjadi kebiasaan.

Ringkasan

Cara menghitung upah lembur terdiri dari tiga langkah: tentukan upah sejam (1/173 dari upah sebulan), kenali jenis harinya, lalu kalikan setiap jam dengan pengali yang sesuai. Pastikan juga perintah dan persetujuan lembur tercatat agar perhitungannya tidak diperdebatkan.

Di RuangTim, pengajuan lembur dapat disetujui berjenjang dan langsung masuk ke rekap gaji. Jika ingin melihat alurnya, coba demo RuangTim.

Aturan ketenagakerjaan sedang dalam proses pembaruan menyusul Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, jadi pantau terus ketentuan terbarunya.

Artikel ini bersifat informasi umum, bukan nasihat hukum. Untuk kasus khusus, konsultasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat atau konsultan hukum.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa batas maksimal jam lembur?

Lembur paling lama 4 jam dalam sehari dan 18 jam dalam seminggu. Lembur pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi tidak termasuk dalam batas tersebut.

Apakah semua karyawan berhak atas upah lembur?

Ya, kecuali golongan jabatan tertentu yang jam kerjanya tidak dapat dibatasi dan menerima upah lebih tinggi. Pengecualian itu harus tertulis dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Bolehkah makan lembur diganti uang?

Tidak. Untuk lembur 4 jam atau lebih, perusahaan wajib memberikan makanan dan minuman minimal 1.400 kilokalori, dan kewajiban ini tidak dapat diganti dengan uang.

Bagaimana menghitung lembur karyawan harian?

Ubah dulu upah harian menjadi upah sebulan: upah sehari × 25 untuk pola 6 hari kerja, atau × 21 untuk pola 5 hari kerja. Setelah itu, hitung upah sejam dengan rumus 1/173 seperti biasa.

Baca juga

Semua artikel