Langsung ke konten
ruangtim
Absensi & Kehadiran

Cara Mengatur Jadwal Shift Karyawan agar Adil dan Sesuai Aturan

Langkah menyusun jadwal shift yang adil dan sesuai aturan jam kerja, lengkap dengan contoh roster mingguan untuk kafe kecil serta aturan tukar shift yang tertib.

Tim RuangTim Terbit 5 menit baca
Juru masak bersarung tangan biru menyiapkan pesanan di dapur restoran yang sibuk bersama rekan satu shift
Foto: Clarence Gaspar / Pexels
Daftar isi
  1. 1. Pahami Dulu Batasan Aturan Jam Kerja
  2. 2. Pilih Pola Shift yang Sesuai Jam Operasional
  3. 3. Langkah Menyusun Jadwal Shift Karyawan
  4. 4. Contoh Roster Mingguan untuk Kafe Kecil
  5. 5. Atur Tukar Shift agar Tetap Tertib
  6. 6. Penutup
  7. 7. Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kafe, minimarket, klinik, atau bengkel yang buka lebih dari delapan jam sehari pasti membutuhkan jadwal shift karyawan. Masalahnya, jadwal sering disusun mendadak di grup chat, berubah tanpa catatan, dan memicu keluhan "kenapa saya terus yang kebagian akhir pekan?"

Jadwal shift karyawan yang berantakan berujung pada toko yang kekurangan orang di jam ramai, lembur yang membengkak, dan karyawan yang lelah. Sebaliknya, jadwal yang rapi membuat operasional lancar dan karyawan bisa merencanakan hidupnya.

Artikel ini membahas batasan aturan jam kerja, pilihan pola shift, langkah menyusun roster, contoh jadwal mingguan, serta cara mengelola tukar shift.

Pahami Dulu Batasan Aturan Jam Kerja

Sebelum menyusun jadwal, pastikan rancangan Anda tidak melanggar aturan. Berikut ketentuan pokok dari UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah UU 6/2023 (Cipta Kerja), serta PP 35/2021:

  • Waktu kerja normal 40 jam per minggu. Polanya 7 jam sehari untuk 6 hari kerja, atau 8 jam sehari untuk 5 hari kerja (Pasal 77).
  • Istirahat di sela jam kerja paling sedikit setengah jam setelah bekerja 4 jam berturut-turut, dan waktu istirahat ini tidak dihitung sebagai jam kerja (Pasal 79).
  • Istirahat mingguan paling sedikit 1 hari untuk 6 hari kerja dalam seminggu (Pasal 79).
  • Lembur hanya boleh dengan persetujuan karyawan, paling lama 4 jam sehari dan 18 jam seminggu, serta wajib dibayar (Pasal 78 dan PP 35/2021). Cara menghitungnya ada di artikel cara menghitung upah lembur.
  • Pekerja perempuan pada pukul 23.00–07.00 memiliki perlindungan khusus. Yang berusia di bawah 18 tahun dilarang dipekerjakan pada jam tersebut. Pengusaha wajib menyediakan makanan dan minuman bergizi serta menjaga kesusilaan dan keamanan. Untuk yang berangkat dan pulang antara pukul 23.00–05.00, pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput (Pasal 76 UU 13/2003).

Pembahasan yang lebih lengkap ada di artikel aturan jam kerja karyawan.

Pilih Pola Shift yang Sesuai Jam Operasional

Pola Cocok untuk Contoh jam
2 shift (pagi dan sore) Kafe, toko, atau minimarket yang buka sekitar 15–16 jam 06.00–15.00 dan 13.00–22.00
3 shift (pagi, sore, malam) Usaha yang buka 24 jam, seperti klinik, penginapan, atau produksi 07.00–15.00, 15.00–23.00, dan 23.00–07.00
Shift tetap Tim yang lebih nyaman dengan jam stabil Karyawan A selalu masuk pagi
Shift bergilir Tim yang ingin beban shift malam dan akhir pekan merata Rotasi pagi dan sore setiap minggu

Pola mana pun yang dipakai dalam jadwal shift karyawan Anda, pastikan total jam kerja bersih di luar istirahat tetap 40 jam per minggu. Kelebihannya dihitung sebagai lembur.

Langkah Menyusun Jadwal Shift Karyawan

  1. Petakan kebutuhan orang per jam. Catat jam ramai dan jam sepi selama dua minggu, lalu tentukan jumlah karyawan minimal di setiap jam.
  2. Tetapkan jam shift dan istirahat. Beri jeda tumpang tindih di jam ramai untuk serah terima.
  3. Kumpulkan ketersediaan karyawan. Tanyakan hari libur yang diinginkan, termasuk rencana cuti. Pastikan hak tersebut dihormati sesuai panduan hak cuti karyawan.
  4. Susun roster minimal untuk dua minggu ke depan. Jadwal yang terlalu mendadak menyulitkan karyawan.
  5. Periksa total jam dan jeda antarshift. Pastikan tidak ada yang melebihi 40 jam tanpa perhitungan lembur.
  6. Umumkan di satu tempat resmi. Hindari jadwal tercecer di banyak percakapan. Tips menyampaikannya ada di artikel komunikasi internal tim.
  7. Evaluasi setiap bulan. Sesuaikan jika jam ramai berubah atau ada karyawan baru.

Contoh Roster Mingguan untuk Kafe Kecil

Contoh ilustrasi berikut untuk kafe yang buka setiap hari pukul 06.00–22.00 dengan empat karyawan:

  • P (pagi): 06.00–15.00, istirahat 1 jam, jadi 8 jam kerja
  • S (sore): 13.00–22.00, istirahat 1 jam, jadi 8 jam kerja
  • L: libur
Karyawan Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min Total jam kerja
Andi L L P P P P P 40 jam
Citra P P L L P P P 40 jam
Budi S L L S S S S 40 jam
Dewi S S S L L S S 40 jam

Setiap hari selalu ada minimal satu orang di shift pagi dan satu orang di shift sore. Di akhir pekan yang ramai, keempatnya masuk. Jam 13.00–15.00 menjadi waktu tumpang tindih untuk serah terima sekaligus melayani jam makan siang.

Minggu berikutnya, rotasikan kelompoknya: Andi dan Citra masuk sore, sedangkan Budi dan Dewi masuk pagi. Usahakan pergantian dari shift sore ke shift pagi diselingi hari libur. Tanpa jeda itu, karyawan yang pulang pukul 22.00 hanya punya delapan jam sebelum masuk lagi pukul 06.00.

Atur Tukar Shift agar Tetap Tertib

Tukar shift wajar terjadi, tetapi perlu aturan main agar tidak kacau:

  • Pengajuan dilakukan paling lambat satu atau dua hari sebelumnya, kecuali keadaan darurat.
  • Pengganti harus memiliki keterampilan yang setara.
  • Pertukaran disetujui atasan dan tercatat di sistem, bukan hanya kesepakatan lisan.
  • Pertukaran tidak boleh membuat salah satu karyawan melebihi batas jam kerja tanpa dihitung lembur.

Pencatatan ini penting agar jadwal shift karyawan, absensi, dan perhitungan gaji tetap sinkron.

Penutup

Jadwal shift karyawan yang baik dimulai dari pemahaman aturan jam kerja, pemetaan kebutuhan per jam, rotasi yang adil, dan pengumuman yang jelas. Dengan roster yang tertata, Anda bisa menekan lembur yang tidak perlu sekaligus menjaga semangat tim.

Jika jadwal masih disusun di kertas atau grup chat, fitur jadwal shift, roster, dan tukar shift di RuangTim bisa membantu. Silakan lihat paket harga untuk memilih yang sesuai jumlah karyawan Anda.

Artikel ini bersifat informasi umum, bukan nasihat hukum. Untuk kasus khusus, konsultasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat atau konsultan hukum.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa jam kerja maksimal dalam satu shift?

Aturan menetapkan 7 jam sehari untuk pola 6 hari kerja atau 8 jam sehari untuk pola 5 hari kerja, dengan total 40 jam seminggu. Kelebihan dari batas itu dihitung lembur, paling lama 4 jam sehari.

Apakah shift malam wajib diberi tunjangan khusus?

Undang-undang tidak menetapkan tunjangan shift malam secara umum, sehingga besarnya mengikuti perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Namun, ada kewajiban khusus bagi pengusaha yang mempekerjakan perempuan pada pukul 23.00–07.00.

Seberapa sering jadwal shift karyawan sebaiknya dirotasi?

Rotasi mingguan atau dua mingguan cukup umum dipakai. Yang terpenting, pola rotasinya konsisten dan diumumkan jauh hari.

Bagaimana jika karyawan terlalu sering meminta tukar shift?

Ajak bicara untuk mencari tahu penyebabnya. Bisa jadi jadwal tetap di shift tertentu lebih cocok untuknya.

Baca juga

Semua artikel